Pertamina Tak Kurangi BBM “Pemerintah Dibohongi SPBU “

TANJUNG REDEB - Permasalahan minimnya stok bahan bakar minyak (BBM) yang dirasakan warga Berau, saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, Pemkab Berau mengundang perwakilan Pertamina Balikpapan dan koordinator pemasaran wilayah utara yakni Depo Pertamina Tarakan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas permasalahan yang mengakibatkan kurangnya ketersediaan pasokan BBM di wilayah ini. Baik premium, solar, maupun minyak tanah.

Pertamina menampik anggapan sejumlah masyarakat di Berau, termasuk pengusaha SPBU, yang mengatakan, minimnya ketersediaan BBM akibat pengurangan kuota dari Pertamina. Agus Taufik, perwakilan dari UPMS Pertamina Balikpapan mengatakan, sejak 2008 ini, kuota BBM di Berau tidak ada pengurangan selain 2007 lalu.

Di hadapan Bupati Berau Makmur HAPK, Wakil Bupati Ahmad Rivai, dan Ketua DPRD

Abdul Rahim, serta sejumlah unsur pejabat daerah, Agus menyebutkan, saat ini Pertamina mengalokasikan BBM dengan realisasi per bulan 1.490 kiloliter (KL) untuk jenis premium. Sedangkan solar 925 kl per bulan yang dibagikan kepada 4 SPBU dan 1 agen premium dan minyak solar (APMS).

Sementara itu, untuk minyak tanah, dijatah 722 kl per bulan kepada 2 agen minyak tanah di daerah ini. “Pembagian BBM bersubsidi tersebut telah sesuai dengan jumlah penduduk Berau yang saat ini 160 ribu lebih. Hal itu sesuai standar Bappenas, satu jiwa memakai 3,75 liter per bulan, khususnya untuk minyak tanah,” sebutnya.

Bupati Makmur menilai, ada kerancuan terhadap pasokan BBM di daerah ini. Dia meminta jajarannya serta aparat keamanan lebih proaktif menyelidiki dan menindak oknum yang merugikan masyarakat tersebut.

Minimnya pasokan BBM industri itu juga diperparah aktivitas kendaraan industri serta kendaraan luar daerah yang mengisi BBM subsidi di SPBU. Menurut Rifai, kondisi ini perlu penanganan serius guna mengatasi berkurangnya pasokan BBM, khususnya subsidi yang sering digunakan kendaraan industri.

Dia kecewa terhadap pengusaha SPBU yang mengelabui pemerintah dengan menyatakan pasokan BBM di Berau telah dikurangi Pertamina. Padahal, tidak ada pengurangan kuota BBM di daerah ini. Rifai menegaskan, seluruh kendaraan proyek yang beroperasi di Berau tidak boleh mengisi BBM di SPBU. ( Sumber Kaltimpos)

Ditulis dalam Berau. Tag: . 2 Komentar »

Ketika Cinta Bertasbih The Move

Buat anak Berau,Bulungan,Tarakan,Nunukan,Melinau berersiaplah untuk menjadi Pemeran Ketika Cinta Bertasbih The Move. Segera daftarkan di dini diri Anda melalui formulir disebelah ini untuk turut serta dalam AUDISI ONLINE yang diselenggarakan oleh PT Sinemart Indonesia dan dapatkan kesempatan untuk membintangi Film Ketika Cinta Bertasbih.

ada beberapa Peran yang di tawarkan : Khairul Azzam Anna Furqan Eliyana Husna

Ketika Cinta Bertasbih’, sebuah karya lain dari Kang Abik akan segera difilmkan oleh SinemArt. Meski sebenarnya bukan karena latah setelah meledaknya film AAC. Karena rencana membuat film KCB sudah ada sebelum AAC rilis. Pada akhirnya beban berat harus dipikul oleh KCB, karena suksesnya AAC.

sekilas Novel tentang Ketika Cinta Bertasbih :

Novel ini bercerita tentang pencarian cinta dari Khoirul Azzam – mahasiswa Indonesia yang telah 9 tahun belum juga menyelesaikan kuliahnya karena harus menghidupi keluarganya di Indonesia sepeninggal ayah mereka. Meski dia adalah mahasiswa yang pintar – terbukti di tahun pertamanya dia mendapatkan gelar Mumtaz – dia rela menomorduakan kuliahnya karena ibu dan adik-adiknya sangat membutuhkannya. Di Mesir dia berdagang bakso dan tempe. Bahkan untuk kehidupan cintanya sendiri dia tidak pernah memikirkannya. Sampai akhirnya ada seorang teman yang menawarkannya untuk melamar seorang gadis jawa putri seorang kiai. Ternyata gadis tersebut – bernama Anna Althafunnisa – sudah dilamar lebih dulu oleh sahabatnya Furqon, maka dia mundur.

Setelah adiknya yang nomor 2 – Husna – lulus dari kuliah dan telah bekerja, dia memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya yang terbengkalai, agar bisa segera pulang ke Indonesia. Kembali ke Indonesia, ibunya memintanya untuk segera menikah, mengingat umurnya yang sudah cukup. Juga karena Husna tidak mungkin mendahului kakaknya – yang akan menjadi walinya. Beberapa kali coba ta’aruf, tapi tidak pernah berhasil. Dia ingin, istrinya adalah orang yang disenangi oleh ibunya. Terkadang, dia sudah suka pada seorang perempuan, dan berniat untuk ta’aruf, ternyata ibunya tidak menyukai perempuan tersebut. Atau sebaliknya, dia tidak menyukai perempuan itu, tapi ibunya ingin agar dia melakukan ta’aruf padanya. Sampai pada akhirnya ibunya menyetujui seorang perempuan dan hari pernikahanpun sudah ditentukan. Tapi Allah berkehendak lain. Beberapa hari menjelang pernikahan mereka, Azzam dan ibunya kecelakaan. Dalam kecelakaan tersebut, ibunya meninggal, dan kaki Azzam patah. Azzam membebaskan tunangannya untuk menunggunya sampai sembuh atau memilih laki-laki lain. Ternyata dia memilih untuk meninggalkan Azzam – dan mengembalikan cincin pertunangan mereka – dan menikah dengan orang lain.

Sementara itu, Anna telah menikah dengan Furqon. Ternyata sebelum kembali ke Indonesia, Furqon divonis menderita AIDS, karena tertular oleh seorang perempuan yang menjebaknya di sebuah hotel. Sampai beberapa bulan setelah mereka menikah, Furqon baru memberi tahu Anna tentang hal tersebut. Furqon menceraikannya tanpa pernah menyentuhnya. Anna menyerahkan sepenuhnya masalah jodohnya pada orang tuanya. Sampai pada akhirnya ketika Azzam datang ke pesantren Anna dan meminta ayah Anna untuk mencarikannya jodoh dengan memberikan cincin yang tadinya adalah milik tunangannya. Ayah Anna meminta Azzam untuk menikahi Anna malam itu juga. Setelah mereka menikah, barulah ada kabar kalau Furqon ternyata tidak menderita AIDS. Tapi semuanya sudah terlambat.

Ditulis dalam Film. Tidak ada komentar »