
Sejumlah maskapai penerbangan sangat berkeinginan membuka jalur penerbangan Berau-Jakarta. Namun, untuk membuka jalur penerbangan tersebut, pihak perusahaan penerbangan menginginkan peningkatan overlay Bandara Kalimarau, untuk mendaratkan pesawat jenis Airbus seri 319 (A-319).
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Ahmad Rijal menyebutkan, apa yang diwacanakan sejumlah maskapai penerbangan tersebut sangat bagus bila direspons pemerintah daerah, demi membuka peluang investasi di Berau. “Kami dari komisi III sangat mendukung wacana itu,” kata Rijal.
Sebenarnya, ada persyaratan harus dipenuhi untuk merealisasikan wacana jika dibuka rute Berau – Jakarta, terutama adanya peningkatan bandar udara. Ia mengakui pernah mendengar wacana tersebut dari pembicaraan manajemen perusahaan penerbangan saat bertemu Wakil Bupati Berau Achmad Rifai.
“Perusahaan itu menginginkan landasan pacu Bandara Kalimarau dipertebal lebih dulu, baru mau membuka rute penerbangan Berau – Jakarta,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Sub Dinas Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Fahmi Rijani membenarkan soal wacana salah satu perusahaan penerbangan membuka jalur penerbangan Berau-Jakarta. Untuk menghadapi hal itu, pemerintah akan terus membenahi fasilitas bandara sesuai standar sehingga bisa didarati pesawat jenis Airbus.
Untuk mendaratkan pesawat itu, Pemkab Berau diminta meningkatkan lapisan lintasan pacu yang ada saat ini. Sebab pesawat berbadan lebar itu lebih besar dibandingkan penerbangan yang ada, yakni Boeing 737-200.
Karena itu, Dishub akan mengusulkan sejumlah fasilitas pendukung bandara seperti pemasangan lampu apron dan pembangunan terminal penumpang baru, yang lokasinya berdekatan dengan apron. pihaknya juga akan melakukan peningkatan landasan bandara yang saat ini hanya 1.280 meter, menjadi 2.250 meter.
“Dengan dilengkapinya fasilitas bandara dan penambahan landasan penerbangan itu, Insya Allah semua pesawat berbadan lebar yang ingin melayani penerbangan di Berau bisa teratasi,” tutur Fahmi.
Soal berapa dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan overlay bandara itu, Fahmi mengatakan, hingga saat ini berhitung, namun diperkirakan lebih Rp 11 miliar. Bila dilihat dengan kasat mata, Animo masyarakat Berau bepergian menggunakan transportasi udara cukup besar. Itu bisa dilihat penuhnya penumpang di setiap penerbangan yang dilakukan Batavia Air. Bahkan Batavia Air pun melihat prospek di Berau sangat baik.
“Apalagi jika masuk pesawat A/319 dengan kapasita 300 seat, untuk jurusan Berau-Jakarta, bisa jadi warga Bulungan dan Kutai Timur (Kutim) tidak lagi ke Balikpapan untuk menuju Jakarta, lebih ekonomis berangkat dari Berau,” (SUMBER KALTIMPOST)