Perda Larangan Buang Sampah Diterapkan

Agustus 23, 2008

Peraturan yang diberlakukan Dinas Kebersihan Balikapapan tentang adanya ketentuan membuang sampah pada jam-jam tertentu, bisa juga dilaksanakan di Berau. Hal ini dikarenakan Perda tentang pembuangan sampah ini sudah ada, tinggal pengesahan SK dari Bupati untuk memperkokoh keputusan tersebut hingga ketika melakukan tindakan di lapangan, surat tersebut mendapatkan ketentuan hukum yang pasti.

Kasubdin Kebersihan dan Pertamanan Kota Dinas Tata Kota Pertamanan (DTKP) Berau Rahmad mengatakan, selama ini terus melakukan pengawasan terhadap warga yang membuang sampahnya sembarangan tempat. Biasanya warga yang melihat adanya petugas, tidak asal membuang sampahnya, dan membuangnya masuk ke dalam Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang telah tersedia di sejumlah ruas jalan di daerah ini.

Berkenaan dengan memberlakukan pembuangan sampah pada jam-jam tertentu, DTKP sebenarnya memiliki Perda sampah, akan tetapi belum mendapatkan pengukuhan yang tetap dan perlu di SK-kan sesuai ketentuan. Setelah SK tersebut sudah ada maka perlu koordinasi instansi terkait yakni Kodim dan Polres paling tidak satu orang dan pihak kelurahaan serta PNS bagian hukum untuk melakukan proses sidang.

“Dana yang dibutuhkan untuk menegakkan disiplin sampah ini tidaklah terlalu banyak, yang penting orang yang dilibatkan dalam melaksanakan razia pembuangan sampah pada jam-jam tertentu ini tidaklah banyak, cukup 5 hingga 6 orang saja,” ujar Rahmad.

Jam-jam tertentu yang dimaksud diantaranya pada siang hari tidak ada lagi warga yang membuang sampahnya di TPS, cukup mereka membuangnya pada malam hingga pagi hari saja. Karena jika sudah siang hari biasanya petugas kebersihan melaksanakan tugasnya mengambil sampah di sejumlah TPS yang ada. Selain itu sampah yang akan dibuang seharusnya dibungkus plastik agar tidak berceceran di TPS dan tidak keluar di jalan raya.

Ini dilakukan agar warga dapat lebih peka dan tidak asal membuang sampahnya, karena jika Perda tersebut diberlakukan otomatis ketika petugas melakukan razia, warga yang kedapatan membuang sampah melewati jam yang telah ditentukan maka petugas akan langsung menangkapnya dan diproses sesuai dengan Perda tersebut. Mereka akan dikenai denda dan hukuman. ”Mudah-mudahan perda yang akan diberlakukan tersebut dapat segera digodok dan mendapatkan tangapan dari bupati dan bisa langsung di-SK-kan, setelah itu disosialisasikan di lapangan,”


Bandara Kalimarau Tingkatkan Landasan Pacu

Agustus 23, 2008

Harapan operator penerbangan, agar landasan pacu (run way) Bandara Kalimarau ditingkatkan, bakal terpenuhi. Melalui APBD-P 2008 serta dukungan Pemprov Kaltim, akan dialokasikan dana Rp 10 miliar. Targetnya, penambahan over lay landasan pacu sehingga bukan hanya jenis pesawat Boeing 737-200 saja yang bisa mendarat, melainkan kelas Boeing 737-300 juga bisa meramaikan penerbangan di Berau.

Bupati Makmur HAPK menjelaskan, dalam pembahasan APBD Perubahan 2008, juga diusulkan peningkatan kualitas Bandara Kalimarau, khususnya landasan pacu.

Dalam pembahasan tersebut, anggota DPRD memberikan dukungan penuh, sebab pekerjaan ini dinilai sangat peting mendukung laju pembangunan di Berau.

Bupati memperkirakan dana yang dibutuhkan Rp 10 miliar, ini pun didukung dana APBD provinsi. Pekerjaan yang dilakukan, menambah lapisan aspal landasan pacu. ”Ini diisyaratkan sejumlah operator penerbangan,” kata Makmur.

Landasan pacu Bandara Kalimarau saat ini panjangnya 1.850 meter. Selain dua operator penerbangan Riau Airlines dan Trigana yang mengoperasikan pesawat jenis Fokker-50 dan ATR 42, juga Batavia Air yang sudah hampir dua bulan beroperasi dengan pesawat Boeing 737-200.

Menurut Makmur, banyak fasilitas harus dilengkapi di kompleks bandara tersebut. Selain harus menambah panjang landasan pacu hingga menjadi 2.000 meter lebih, juga fasilitas navigasi serta perbaikan terminal sesuai rencana. ”Dengan perbaikan pelayanan dan fasilitas, jelas operator penerbangan juga akan berlomba membuka penerbangan berjadwal,” tegasnya.

Bahklan, lanjutnya, setelah penambahan lapisan landasan pacu, operator penerbangan Mandala Air juga berencana membukan penerbangan berjadwal dari dan ke Bandara Kalimarau. Termasuk, bila terbuka peluang, Mandala yang akan mengoperasikan pesawat Airbus, akan membuka rute penerbangan ke wilayah Malaysia Timur seperti Tawau dan Kota Kinabalu.

Apa yang dilakukan, diakui Makmur, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan udara. Baik di Berau, maupun pengguna jasa penerbangan udara dari wilayah Kutai timur dan Bulungan yang memilih terbang melalui Bandara Kalimarau. ”Ini demi kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” ( Sumber Kaltompost )


Kalimarau Bakal Didarati Airbus

Agustus 4, 2008

Sejumlah maskapai penerbangan sangat berkeinginan membuka jalur penerbangan Berau-Jakarta. Namun, untuk membuka jalur penerbangan tersebut, pihak perusahaan penerbangan menginginkan peningkatan overlay Bandara Kalimarau, untuk mendaratkan pesawat jenis Airbus seri 319 (A-319).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Ahmad Rijal menyebutkan, apa yang diwacanakan sejumlah maskapai penerbangan tersebut sangat bagus bila direspons pemerintah daerah, demi membuka peluang investasi di Berau. “Kami dari komisi III sangat mendukung wacana itu,” kata Rijal.

Sebenarnya, ada persyaratan harus dipenuhi untuk merealisasikan wacana jika dibuka rute Berau – Jakarta, terutama adanya peningkatan bandar udara. Ia mengakui pernah mendengar wacana tersebut dari pembicaraan manajemen perusahaan penerbangan saat bertemu Wakil Bupati Berau Achmad Rifai.

“Perusahaan itu menginginkan landasan pacu Bandara Kalimarau dipertebal lebih dulu, baru mau membuka rute penerbangan Berau – Jakarta,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Sub Dinas Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Fahmi Rijani membenarkan soal wacana salah satu perusahaan penerbangan membuka jalur penerbangan Berau-Jakarta. Untuk menghadapi hal itu, pemerintah akan terus membenahi fasilitas bandara sesuai standar sehingga bisa didarati pesawat jenis Airbus.

Untuk mendaratkan pesawat itu, Pemkab Berau diminta meningkatkan lapisan lintasan pacu yang ada saat ini. Sebab pesawat berbadan lebar itu lebih besar dibandingkan penerbangan yang ada, yakni Boeing 737-200.

Karena itu, Dishub akan mengusulkan sejumlah fasilitas pendukung bandara seperti pemasangan lampu apron dan pembangunan terminal penumpang baru, yang lokasinya berdekatan dengan apron. pihaknya juga akan melakukan peningkatan landasan bandara yang saat ini hanya 1.280 meter, menjadi 2.250 meter.

“Dengan dilengkapinya fasilitas bandara dan penambahan landasan penerbangan itu, Insya Allah semua pesawat berbadan lebar yang ingin melayani penerbangan di Berau bisa teratasi,” tutur Fahmi.

Soal berapa dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan overlay bandara itu, Fahmi mengatakan, hingga saat ini berhitung, namun diperkirakan lebih Rp 11 miliar. Bila dilihat dengan kasat mata, Animo masyarakat Berau bepergian menggunakan transportasi udara cukup besar. Itu bisa dilihat penuhnya penumpang di setiap penerbangan yang dilakukan Batavia Air. Bahkan Batavia Air pun melihat prospek di Berau sangat baik.

“Apalagi jika masuk pesawat A/319 dengan kapasita 300 seat, untuk jurusan Berau-Jakarta, bisa jadi warga Bulungan dan Kutai Timur (Kutim) tidak lagi ke Balikpapan untuk menuju Jakarta, lebih ekonomis berangkat dari Berau,” (SUMBER KALTIMPOST)


Permasau Gelar Turnamen Memancing

Agustus 1, 2008

Untuk keempat kalinya, Persatuan Memancing Kabupaten Berau (Permasau) kembali menggelar turnamen memancing. Rencana kegiatan sekitar Oktober, dan diharapkan peserta yang ikut kelompok pemancing di seluruh Indonesia.

Eet Syahrani, ketua panitia usai bertemu Wakil Bupati Ahmad Rifai menyampaikan, rencana turnamen tersebut digelar bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Berau, yang sedianya digelar September. Namun bertepatan dengan bulan puasa, sehingga kemungkinan diundur Oktober.

Turnamen memperebutkan piala bupati dengan hadiah uang ratusan juta rupiah itu, saat ini sudah melakukan kontak person dengan para pemancing mania di sejumlah daerah. Termasuk kelompok pemancing yang sudah pernah melakukan kegiatan pemancingan di laut Derawan. ”Kami berharap, even ini mampu menarik minat para pemancing yang ada di luar Kalimantan,” tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Ahmad Rifai, mengaku turnamen ini sebetulnya ditunggu para kelompok mancing mania yang ada di tanah air. Laut Derawan sudah banyak dikenal, apalagi pernah ditayangkan beberapa kali stasiun televisi Trans7. Dari promosi itu, diyakini akan banyak peserta yang tertarik ikut.

Kalau sebelumnya masih terkendala dengan persoalan angkutan udara, saat ini persoalan itu sudah bisa teratasi sehingga jadwal tiba dan kembali sudah bisa diatur. Sehingga, perlu diyakinkan kembali kepada kelompok pemancing tersebut, even yang digelar Permasau meruapakan even yang sudah masuk dalam skala nasional.

Bagi Berau, bila itu bisa terlaksana, merupakan nilai tambah dalam memajukan dunia pariwisata. Akan lebih lengkap lagi, bila kelompok pemancing yang ada di Malaysia Timur juga ikut diundang untuk meramaikan. “Saya berharap kepada panitia, agar mengemas lomba ini hingga benar-benar menjadi even nasional,” tambah Rifai.        ( SUMBER KALTIMPOST)