Sarang Walet di Menara Masjid Agung

September 20, 2008

Bisa jadi ini semacam berkah. Sebab, menara masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb, menjadi pilihan kawanan burung walet untuk membuat sarang. Padahal, tidak pernah direncanakan, seperti layaknya sarang walet rumahan pada umumnya. Ini akan dikelola, sekaligus untuk biaya operasional masjid.

Bupati Berau Makmur HAPK, Wabup Ahmad Rifai, dan Sekkab Ibnu Sina Asyari, secara khusus meninjau lokasi menara masjid yang dijadikan burung walet untuk membuat sarang. Bahkan, harus berjalan kaki menaiki anak tangga setinggi 50 meter.

Menurut Bupati Makmur, cerita sekitar burung walet yang membuat sarang di ketinggian 14 meter di menara masjid yang tingginya 70 meter itu, sudah lama didengar. Namun, baru kali ini tertarik untuk meninjau langsung.

Ia melihat potensi ini cukup bagus untuk dikembangkan. ”Tidak ada perlakuan khusus saja, burung walet bisa masuk, apalagi bila ditangani secara serius, dengan menggunakan teori seperti yang diterapkan oleh ahlinya,” kata Makmur.

Untuk melihat jalan masuk serta lokasi yang dipilih burung walet untuk membuat sarang, harus menuruni anak tangga sepanjang hampir 50 meter. Cukup melelahkan, tak ubahnya perjalanan para pekerja sarang burung di goa batu.

Sebanyak 1 ons sarang burung walet yang sudah dipetik sebelumnya, diperlihatkan kepada Bupati. ”Wah, ini jenis sarang yang nomor satu,” kata Makmur.

Sarang walet yang berwarna putih bersih mengilap, menandakan bahwa kualitas sarang tersebut sangat baik. Bahkan, jenis sarang seperti inilah yang menjadi incaran dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Bupati meminta agar beberapa bagian dalam menara masjid tersebut dibuatkan tempat khusus yang menjadi persyaratan agar burung walet bisa membuat sarangnya. Termasuk, memberi alat pelembab dan tanpa cahaya. ”Bila perlu pengurus masjid belajar ke usaha walet rumahan yang ada di Balikpapan,” kata Makmur.

Agaknya, Bupati ingin mengelola secara profesional dengan memanfaatkan peluang yang sudah ada. Sebab, ia yakin, ini akan memberikan nilai yang tidak sedikit. Bahkan, kalau saja mampu memberikan hasil yang maksimal, maka seluruh biaya operasional Masjid Agung Baitul Hikmah bisa dibiayai dari hasil penjualan sarang burung walet tersebut ( SUMBER KALTIMPOST )

Iklan