Demam Berdarah Ancam Berau

Kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) mengancam Kabupaten Berau, jika pencegahan wabah penyakit ini tidak diwaspadai. Kekhawatiran itu dipicu oleh lonjakan penderita demam berdarah seiring siklus tahunan yang menjadi kecenderungan KLB di daerah endemik.

Catatan Dinas Kesehatan mengungkapkan kasus DBD kali ini meningkat tiga kali lipat dari 2007 lalu. Kini mencapai 135 kasus dan menelan 6 korban meninggal dunia. Lebih dari separuh penderita berusia di bawah 10 tahun.

Kendati kasus DBD meningkat, pemerintah daerah belum menetapkannya sebagai kejadian luar biasa (KLB), sebab wilayah endemik DBD tidak merata di 13 kecamatan, dan ‘hanya’ menyerang wilayah kecamatan tertentu seperti Tanjung Redeb dan kecamatan Sambaliung.

Khawatir akan ancaman KLB DBD itu Dinas Kesehatan kabupaten ini langsung menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dipimpin Asisten II Sekkab Berau, dengan mengundang seluruh intansi terkait, baik pihak rumah sakit umum, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan serta Puskesmas.

Menanggapi penyebaran penyakit yang meresahkan masyarakat tersebut Kepala Dinas Kesehatan BerauAgustinus menjelaskan, penyebaran DBD sulit diatasi meskipun dinas telah berupaya melakukan program pemberantasan penyakit yang gencar dilakukan hampir 4 bulan ini.

Tidak hanya fogging, warga juga diberi abate, hingga melakukan sosialisasi 3M. Namun kenyataannya wabah DBD itu semakin mengganas dan sulit dikendalilan. “Semakin diberantas, maka penyakit itu terlihat semakin meluas,” ujarnya.

Dia juga menuturkan, penyebaran kasus DBD meningkat di kecamatan Tanjung Redeb, sejak Oktober ini, tercatat sudah 54 kasus yang positif DBD dan memakan 1 korban meninggal dunia. Selain itu di Sambaliung sebanyak 27 kasus DBD yang menelan 1 korban.

Diakuinya, kebersihan lingkungan, pergantian cuaca dan kepadatan penduduk di dua kecamatan itu memang menjadikan daerah kawasan endemis DBD.

Melihat tren peningkatan penyakit mematikan itu, Asisten II Sekkab Berau Ahmad Delmy mengungkapkan, Dinkes jangan menunggu waktu lagi untuk upaya pemberantasan DBD secara meluas yang dilakukan dengan waktu yang tidak terbatas selama kasus penyebaran DBD ini masih muncul.

Dinkes harus didukung penuh pemerintah daerah, swasta mapun masyarakat. “Kasus DBD sudah mengarah KLB, harus bertindak cepat sebelum menelan korban lebih banyak lagi. Saat ini kita harus perang dengan DBD, \”tandasnya.

Delmy juga meminta, seluruh kalangan masyarakat untuk aktif membersihkan lingkungannya, sebab pertumbuhan nyamuk DBD ini tidak lagi diakibatkan genangan air yang tertampung, melainkan kondisi lingkungan yang tidak bersih.

Satu Balasan ke Demam Berdarah Ancam Berau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: