Cadangan Batu Bara Cukup Menggiurkan

Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTK) Tanjung Redeb merekomendasikan beberapa kawasan di sekitar Bandara Kalimarau, Berau yang dipersipakan sebagai kawasan pemukiman. Sayang, karena kontur tanah yang berbukit sehingga untuk mengolah lahan itu butuh dana tidak sedikit. Lalau bagaimana bila ternyata di bawah lahan tersebut ternyata memiliki potensi ekonomi cukup besar, yakni deposit batu bara yang jumlahnya tidak sedikit?

KARENA potensi ekonomi yang cukup tinggi, baik kadar kandungan maupun deposit batu bara, membuat investor pernah mengajukan untuk melakukan eksploitasi di lahan tersebut. Berbagai tahapan sudah dilalui. Namun, ketika memasuki tahapan eksplorasi maupun tahapan selanjutnya, Pemkab Berau tak ingin gegabah meloloskan permohonan tersebut. Banyak kajian yang harus dilakukan berkaitan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Sebab, bukan hanya persoalan bagaimana mengangkat potensi batu bara yang ada di dalam perut bumi itu, namun selama proses eksploitasi dan pasca tambang tentu menjadi pemikiran serius. Yang paling perlu mendapat perhatian adalah apakah kesibukan tambang itu kelak, juga aman bagi penerbangan di Bandara Kalimarau.

Yang dipersoalkan pihak otoritas Bandara Kalimarau, bukan aktivitas penggaliannya. Namun, mobilitas dan berbagai kesibukan selama proses penambangan yang menimbulkan debu ke udara. Inilah yang disoal dalam kaitan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Ini baru menyangkut kepentingan bandara, belum lagi yang menyangkut kepentingan lainnya.

Kalau pihak bandara menyoal soal ini, memang cukup beralasan. Sebab, lokasi lahan dimaksud sangat berdekatan dengan Bandara Kalimarau yang kini didarati jenis pesawat Boeing. Bila mesin pesawat dengan daya sedot yang tinggi, menghirup udara berisikan partikel debu, cukup berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

Lalu, bagaimana nasib lahan yang luasnya sekitar 500 hektar lebih itu? Sebab, bila lahan yang disiapkan sebagai kawasan pemukiman tersebut, dan saat ini masih dalam keadaan lahan kosong, terlanjur terisi rumah dan hunian seperti yang diatur dalam RUTK, maka potensi yang ada di bawah takkan pernah lagi membawa nilai ekonomis.

Karena itu, terlepas dari keinginan sebuah perusahaan untuk melakukan penambangan di lahan tersebut, Bupati Berau Makmur HAPK, memberikan “tugas berat” kepada Badan Pengendali Lingkungan Hidup Daerah (Bapelda) Berau untuk kelakukan kajian dari berbagai aspek. ”Silahkan mengundang pakar lingkungan dan sosial ekonomi, untuk melakukan pengkajian,” kata Bupati.

Dengan begitu, tugas yang sangat penting dan strategis tersebut, kini berada di pundak Bapelda sebagai penentu sekaligus menjawab segala persoalan. Termasuk, Bapelda pulalah yang bisa menentapkan apakah kawasan ini memungkinkan untuk ditambang atau tidak.

Satu Balasan ke Cadangan Batu Bara Cukup Menggiurkan

  1. dikma mengatakan:

    wah apalagi penerbangan kita lagi disoroti, masa disekitarnya mo ditambang kacau tuh buat keselamtan penerbangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: