Obama Tetap Saja Dukung Israel

Pidato Presiden AS Barack Obama sesaat setelah dilantik disebut-sebut sebagai pidato yang ‘menyihir’ dunia. Namun, bagi Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, ada bagian yang harus dipertanyakan dari pidato Obama.

Ia mengatakan, Obama tak sedikit pun menyinggung tentang konflik Israel-Palestina. Padahal, sikap AS pasca-Bush diharapkan memberikan angin segar bagi penyelesaian konflik di dua negara tersebut.

“Obama tidak menyebutkan soal Palestina, ini bagian yang harus dipertanyakan. Dia (Obama) menyebut Iran, Irak, dan Afganistan, tapi dia tidak menyebutkan soal Gaza dan agresi Israel yang telah menyusahkan AS. Dukungan Bush yang besar pada Israel telah memberi citra buruk pada AS dan ini yang harus diperbaiki Obama. Semestinya dia menghadirkan pernyataan tentang Israel-Palestina,” kata Hidayat di Gedung DPR, Rabu (21/1).

Pernyataan terkait konflik di Jalur Gaza dinilai Hidayat sangat penting, untuk membuktikan keseriusan Obama yang mengatakan akan memperbaiki hubungan dengan negara-negara Muslim. Pendekatan baru yang dikatakan Obama akan menghadirkan pola baru yang saling menghormati dan menguntungkan perlu pembuktian.

“Seluruh dunia akan menagih apa yang dia sampaikan. Terutama terkait hubungan dengan negara Muslim. Dia akan melakukan pendekatan baru dan pola hubungan yang saling menghormati dan saling menguntungkan. Dengan begitu pula, dia harus mengoreksi pernyataan sebelumnya bahwa dia akan menjadikan Jerusalem sebagai ibu kota abadi Israel dan menyebut Hamas sebagai teroris,” lanjut Hidayat.

Pernyataan Obama tersebut, menurutnya, harus dikoreksi sebagai bukti AS mempunyai itikad baik memperbaiki hubungan dengan negara-negara Muslim. Jika tidak, menurut Hidayat, AS di bawah pimpinan Obama tidak akan memberikan perubahan baru yang lebih baik. Apalagi, negara timur tengah yang menjadi sahabat AS, seperti Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Turki, selama ini selalu menggandeng Hamas dalam upaya perdamaian di Jalur Gaza

Sikap diam Presiden Barack Obama terhadap serangan balasan pasukan Israel di Jalur Gaza, Palestina, mengecewakan dan menimbulkan rasa pesimistis bahwa Amerika di bawah pemerintahan Obama akan membawa perubahan kebijakan tradisional AS di bidang ekonomi, politik, dan keamanan dalam membela sekutu tradisionalnya seperti Israel. Demikian siaran pers yang diterima Kompas dari Ketua Umum Jenderal Soedirman Center Bugiakso di Jakarta, Rabu (21/1).

“Serangan Israel ini merupakan tragedi kemanusian dan tragedi demokrasi dalam politik luar negeri Amerika. Pasalnya, jelas terlihat Israel telah melakukan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter dan Hukum Internasional Hak Asasi Manusia, karena Kejahatan Agresi, dan Kejahatan Perang serta Kejahatan terhadap Kemanusiaan Israel. Israel bahkan menggunakan bom fosfor dan melakukan bombardemen terhadap permukiman penduduk, rumah sakit, dan ketiadaan perlindungan terhadap non combatant, seperti ibu-ibu, anak-anak, dan orang-orang sakit,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

Apa yang dilakukan Israel ini, di mata komunitas internasional jelas merupakan kejahatan internasional sebagaimana yang diatur lewat Statuta Roma tahun 1998. Dan tentu saja ketidakhormatan Israel terhadap hukum Humaniter, Hukum Internasional HAM, dan Resolusi-resolusi PBB, jelas dikarenakan posisinya yang didukung Amerika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: