D’Masiv – Merindukanmu

November 23, 2008

Lirik lagu D’Masiv – Merindukanmu

[intro] C Cmaj7 F

C Cmaj7 F
saat aku tertawa di atas semua
C Cmaj7 F
saat aku menangisi kesedihanku

Am G F
aku ingin engkau selalu ada
Am G F G
aku ingin engkau aku kenang

F Em
selama aku masih bisa bernafas
Dm G
masih sanggup berjalan
C
ku kan slalu memujamu
F
meski ku tak tau lagi
Em A
engkau ada di mana
Dm G
dengarkan aku ku merindukanmu

C

C Cmaj7 F
saat aku mencoba merubah sgalanya
C Cmaj7 F
saat aku meratapi kekalahanku

[interlude] Am G F G

Am Dm
F G C
dengarkan aku ku merindukanmu


Penerimaan CPNS Molor Lagi

November 2, 2008

Kendati belum ada surat resmi dari Menteri Negara Pendayaan Aparatur Negara (Men-PAN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Berau memprediksi tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum akan dilaksanakan November mendatang.

“Yang pasti kami masih menunggu surat resmi dari Men-PAN untuk pelaksanaan penerimaan CPNS dari jalur umum. Jika petunjuk teknisnya dari Men-PAN sudah ada, akan segera dirapatkan di BKD provinsi untuk penentuan jadwal tes penerimaan,” kata Kepala BKD Berau Djoni Kesuma ketika dihubungi wartawan Selasa kemarin.

Mengenai formasi penerimaan CPNS dari jalur umum kata dia, masih tetap seperti semula, yakni sesuai jatah yang diberikan BKN pusat sebanyak 345 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 241 orang untuk formasi guru, 60 orang tenaga kesehatan dan 44 orang untuk tenaga teknis lainnya.

Baca entri selengkapnya »


Kalimarau Bakal Didarati Airbus

Agustus 4, 2008

Sejumlah maskapai penerbangan sangat berkeinginan membuka jalur penerbangan Berau-Jakarta. Namun, untuk membuka jalur penerbangan tersebut, pihak perusahaan penerbangan menginginkan peningkatan overlay Bandara Kalimarau, untuk mendaratkan pesawat jenis Airbus seri 319 (A-319).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Ahmad Rijal menyebutkan, apa yang diwacanakan sejumlah maskapai penerbangan tersebut sangat bagus bila direspons pemerintah daerah, demi membuka peluang investasi di Berau. “Kami dari komisi III sangat mendukung wacana itu,” kata Rijal.

Sebenarnya, ada persyaratan harus dipenuhi untuk merealisasikan wacana jika dibuka rute Berau – Jakarta, terutama adanya peningkatan bandar udara. Ia mengakui pernah mendengar wacana tersebut dari pembicaraan manajemen perusahaan penerbangan saat bertemu Wakil Bupati Berau Achmad Rifai.

“Perusahaan itu menginginkan landasan pacu Bandara Kalimarau dipertebal lebih dulu, baru mau membuka rute penerbangan Berau – Jakarta,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Sub Dinas Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Fahmi Rijani membenarkan soal wacana salah satu perusahaan penerbangan membuka jalur penerbangan Berau-Jakarta. Untuk menghadapi hal itu, pemerintah akan terus membenahi fasilitas bandara sesuai standar sehingga bisa didarati pesawat jenis Airbus.

Untuk mendaratkan pesawat itu, Pemkab Berau diminta meningkatkan lapisan lintasan pacu yang ada saat ini. Sebab pesawat berbadan lebar itu lebih besar dibandingkan penerbangan yang ada, yakni Boeing 737-200.

Karena itu, Dishub akan mengusulkan sejumlah fasilitas pendukung bandara seperti pemasangan lampu apron dan pembangunan terminal penumpang baru, yang lokasinya berdekatan dengan apron. pihaknya juga akan melakukan peningkatan landasan bandara yang saat ini hanya 1.280 meter, menjadi 2.250 meter.

“Dengan dilengkapinya fasilitas bandara dan penambahan landasan penerbangan itu, Insya Allah semua pesawat berbadan lebar yang ingin melayani penerbangan di Berau bisa teratasi,” tutur Fahmi.

Soal berapa dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan overlay bandara itu, Fahmi mengatakan, hingga saat ini berhitung, namun diperkirakan lebih Rp 11 miliar. Bila dilihat dengan kasat mata, Animo masyarakat Berau bepergian menggunakan transportasi udara cukup besar. Itu bisa dilihat penuhnya penumpang di setiap penerbangan yang dilakukan Batavia Air. Bahkan Batavia Air pun melihat prospek di Berau sangat baik.

“Apalagi jika masuk pesawat A/319 dengan kapasita 300 seat, untuk jurusan Berau-Jakarta, bisa jadi warga Bulungan dan Kutai Timur (Kutim) tidak lagi ke Balikpapan untuk menuju Jakarta, lebih ekonomis berangkat dari Berau,” (SUMBER KALTIMPOST)


Permasau Gelar Turnamen Memancing

Agustus 1, 2008

Untuk keempat kalinya, Persatuan Memancing Kabupaten Berau (Permasau) kembali menggelar turnamen memancing. Rencana kegiatan sekitar Oktober, dan diharapkan peserta yang ikut kelompok pemancing di seluruh Indonesia.

Eet Syahrani, ketua panitia usai bertemu Wakil Bupati Ahmad Rifai menyampaikan, rencana turnamen tersebut digelar bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Berau, yang sedianya digelar September. Namun bertepatan dengan bulan puasa, sehingga kemungkinan diundur Oktober.

Turnamen memperebutkan piala bupati dengan hadiah uang ratusan juta rupiah itu, saat ini sudah melakukan kontak person dengan para pemancing mania di sejumlah daerah. Termasuk kelompok pemancing yang sudah pernah melakukan kegiatan pemancingan di laut Derawan. ”Kami berharap, even ini mampu menarik minat para pemancing yang ada di luar Kalimantan,” tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Ahmad Rifai, mengaku turnamen ini sebetulnya ditunggu para kelompok mancing mania yang ada di tanah air. Laut Derawan sudah banyak dikenal, apalagi pernah ditayangkan beberapa kali stasiun televisi Trans7. Dari promosi itu, diyakini akan banyak peserta yang tertarik ikut.

Kalau sebelumnya masih terkendala dengan persoalan angkutan udara, saat ini persoalan itu sudah bisa teratasi sehingga jadwal tiba dan kembali sudah bisa diatur. Sehingga, perlu diyakinkan kembali kepada kelompok pemancing tersebut, even yang digelar Permasau meruapakan even yang sudah masuk dalam skala nasional.

Bagi Berau, bila itu bisa terlaksana, merupakan nilai tambah dalam memajukan dunia pariwisata. Akan lebih lengkap lagi, bila kelompok pemancing yang ada di Malaysia Timur juga ikut diundang untuk meramaikan. “Saya berharap kepada panitia, agar mengemas lomba ini hingga benar-benar menjadi even nasional,” tambah Rifai.        ( SUMBER KALTIMPOST)


Pemerintah Tak Sanggup Tangani Sampah?

Juli 16, 2008

Persoalan sampah akan menjadi diskusi hangat di kalangan DPRD, sebab Komisi III DPRD Berau akan mengangkat permasalah ini dengan mengundang intansi terkait serta camat, lurah maupun rukun tetangga (RT) yang berperan aktif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat.

Permasalahan sampah ini sangat penting yang harus segera diselesaikan, sebab menyangkut orang banyak terutama kesehatan dan kebersihan. Bahkan bentuk keberhasilan bagi pemimpin daerah yang mampu memberikan arti tersendiri terhadap kualitas lingkungan.

Persoalan sampah itu menjadi isu penting di komisi III membidangi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Isu itu berkembang saat diskusi antarkomisi III. Wakil rakyat sudah tidak tahan melihat hamburan sampah di sejumlah tempat penampungan sampah (TPS) yang tersebar pada ruas-ruas jalan perkotaan.

Wakil rakyat beranggapan, kondisi itu tidak lain disebabkan minimnya kesadaran masyarakat dan kurang berperannya camat, lurah dan RT dalam mengajak warga menjaga kebersihan bersama. Hal itu diungkapkan anggota komisi III DPRD Berau Maridah.

Menurutnya, diperlukan kesadaran tinggi di masyarakat, untuk mendukung terciptanya kesadaran. Dia meminta, agar peraturan daerah (Perda) mengatur tentang sampah harus dioptimalkan. “Perlu kesadaran tinggi supaya persoalan sampah ini dapat diatasi, salah satunya pengoptimalan pelaksanaan Perda, soalnya sebelumnya kita sudah mengesahkan perda tersebut dan sekarang ini kita minta kepada inastansi terkait untuk segera merealisasikannya,”ungkap wanita berkacamata yang juga penasehat gerakan organisasi wanita (GOW) ini. Dikatakannya, memang untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat bukanlah persoalan yang mudah. Namun meskipun demikian bukan berarti hal tersebut menjadi halangan untuk bisa menciptakan kota yang berjulukan Sehat, Anggun, Gairah, Aman, Manusiawi (Sanggam) ini. Jika masyarakat mengerti betapa pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, maka Komisi III yakin hal tersebut bisa direalisasikan, terlebih lagi jika didukung oleh perda sebagai payung hukum pelaksanaannya.

“Dengan demikian berarti dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemeritah dan masyarakat, sehingga hal tersebut bisa terwujud,“ jelasnya. Selain pengoptimalan Perda, dalam rangka menciptakan kota Berau yang bersih aman rapi dan ramah, juga dibutuhkan pembangunan sarana dan prasarana yang memenadai, seperti tersedianya tempat pembuangan sampah, baik berupa tong sampah, mobilisasi sampah, dan juga tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Untuk menangani kebersihan kota ini, Maridah meminta kepada instansi terkait untuk segera menyusun program yang terencana dan efektif. “DPRD Berau. khususnya dikomisi III siap mendukung usulan dana dari program tersebut, asalkan program itu benar-benar aktif dan tepat sasaran,” ( SUMBER KALTIMPOS)


Puteri Indonesia ”Bukan Puteri Indonesia”

Juli 12, 2008

Aksi Putri Indonesia, Putri Raemawasti, di ajang Miss Universe tahun 2008.

sebenarnya saya engan membahas tentang ini.tetapi saya sebagai orang indonesia yang di kenal dunia sebagai orang yang menjunjung tinggi budaya ketimuran.

Padahal ajang pemilihan Miss Universe tidak mencerminkan seorang Putri yang cantik dan ayu. Tapi ajang memamerkan tubuh seksi

Dalam kurun waktu dari tahun 2006 – 2008 putri Indonesia yang ikut di ajang tersebut tidak ada menghasilkan apa – apa dengan Indonesia.malah membuat nama indoneisa di mata dunia menjadi Negara kenedai

Ajang yang dapat sokongan dari pengusaha dari amerika itu sama seperti ajang pemilihan bintang Film porno

Masih banyak cara untuk membawa nama Indonesia di mata dunia bukan dengan cara mememerkan Tubuh